Terangkai sebagai masterclass tematik, Lokacipta ini adalah bagian dari rangkaian Mi-Reng—sebuah program penciptaan musik kontemporer berbasis gamelan yang menggali ulang potensi bunyi warisan leluhur dengan semangat kebaruan. Melampaui bahasa tradisi, gamelan dihadirkan dalam dialek baru yang menjelajah batas-batas musik, teknologi, dan puisi. Program ini melibatkan dua kurator yaitu, Wayan Gde Yudane dan Warih Wisatsana, juga menggandeng para seniman, musisi, dan komposer lintas disiplin.
“Mi-Reng berarti ‘mendengar’ dalam bahasa Bali dan Jawa. Tapi lebih dari sekadar aktivitas pendengaran, ini adalah ajakan untuk menyimak dengan batin, mendengar ulang gamelan dengan kesadaran baru,” terang Yudane. Mi-Reng menjadi metafora tentang kesadaran dan kepekaan dalam menyimak suara serta menafsir ulang tradisi secara kritis dan kreatif.
Dalam konteks peristiwa cipta, Mi-Reng berupaya menghadirkan capaian estetika-stilistika-tematika yang mengeksplorasi gamelan dalam lintas disiplin seni; mencerminkan sinergi unsur Bunyi (Suara), Tari (Paraga), Puisi (Kata), dan Visual Art (Rupa) dengan mengedepankan Kekinian dan Kebaruan; sebuah perayaan Kreativitas yang lintas batas.
Dalam semangat itu, Lokacipta tahun ini membuka pintu bagi 20 peserta terpilih dari berbagai disiplin—komposer, penari, penyair, aktor, seniman visual, hingga akademisi—untuk mendalami pendekatan baru terhadap gamelan. Peserta akan diajak menggali sistem pelarasan, merambah mikrotonalitas, bereksperimen dengan alih-media, serta mendiskusikan teknik rekaman dan produksi suara dalam konteks pertunjukan kontemporer.
![]() |
Dok. New Music for Gamelan |
Menurut Warih Wisatsana, program New Music for Gamelan berlanjut kemudian hingga seri “Komponis Kini” yang memberi penghormatan kepada para maestro seperti I Wayan Lotring (2016) dan Wayan Beratha (2019). Sempat terhenti karena pandemi.
"New Music for Gamelan merupakan sebentuk penciptaan gending baru dari perangkat gamelan (warisan terdahulu) yang disikapi secara baru pula. Kebaruan itu tecermin semisal adanya pengolahan instrumentasi, pelarasan, orkestrasi, warna suara dan sebagainya. Setelah berjalan selama 9 tahun, program ini terbukti melahirkan komposer-komposer muda berprestasi. Tentu tidak ketinggalan sekaa-sekaa gamelan seperti Salukat dan Wredhi Cwaram, yang sudah lebih dulu hadir dan kian meneguhkan reputasinya di kancah internasional. Termasuk kemudian Gamelan Yuganada, " ujar Warih Wisatsana.
Dok. New Music for Gamelan |
![]() |
Dok. New Music for Gamelan |
Adi Sumarna, Pengampuh Karya atau Ketua Panitia, menjelaskan bahwa masterclass ini bukan sekadar ajang teknis, melainkan bagian dari lelaku cipta yang menyandingkan tradisi dan kontemporer dalam satu garis tarik estetik. “Masterclass ini mendorong peserta untuk menggali teknik, struktur, dan kemungkinan kolaborasi lintas disiplin. Kami ingin melampaui pendekatan konservasi menuju penciptaan baru yang tetap merefleksikan nilai-nilai filosofis tradisi,” katanya.
Dok. New Music for Gamelan |
Sebagaimana visi yang diusung sejak awal program New Music for Gamelan di Bentara Budaya Bali, Mi-Reng diniatkan sebagai sebuah upaya re-formasi, memberi format dan pemaknaan baru (re-interpretasi) terhadap gending-gending yang tergolong klasik atau yang sudah ada, sekaligus melakukan penciptaan (re-kreatif) yang (sama sekali) baru.
Pada acara itu dikedepankan bukan semata konservasi, namun terutama adalah eksplorasi mendalam terhadap ragam komposisi musikal ini; sebuah penciptaan baru melampaui kebakuan, akan tetapi tetap merefleksikan filosofis tertentu.
Lokacipta berlangsung secara langsung (tatap muka), dibagi menjadi lima sesi utama:
-
2 April: Sistem Pelarasan dalam Gamelan dan Tantangan Kekinian, bersama I Made Kartawan, Ph.D
-
5 April: Eksplorasi Microtonality dalam Gamelan, oleh Septian Dwicahyo dan Putu Lia Veranika
-
8 April: Rekaman Gamelan dan Produksi Suara untuk Pertunjukan Live, oleh Janu Janardhana
-
11 April: Musikalitas dan Puisi serta Kreasi Alihmedia, oleh Arif Bagus Prasetyo
-
14 April: Melampaui Tradisi: Komposisi dan Penciptaan Baru, bersama Dewa Alit
Pendaftaran masterclass ini dibuka hingga 1 April 2025, tanpa dipungut biaya. Peserta akan mendapatkan akses penuh ke materi, sesi praktik, serta sertifikat keikutsertaan. Informasi lebih lanjut tersedia di laman https://bit.ly/LokaciptaMireng atau kontak WhatsApp sekretariat di +62 857-6062-3232.
Mi-Reng: New Music for Gamelan diselenggarakan dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, serta LPDP melalui Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Bentara Budaya Bali sebagai mitra penyelenggara.
Melalui Lokacipta Mi-Reng, gamelan tidak hanya dihadirkan sebagai tradisi yang dilestarikan, tetapi sebagai medan kreatif yang terbuka terhadap interpretasi, kolaborasi, dan penciptaan bentuk-bentuk musikal yang baru. Program ini menjadi salah satu bentuk penguatan terhadap ekosistem seni pertunjukan kontemporer berbasis lokalitas, yang semakin penting dalam lanskap budaya saat ini. (ID/WW)